Bohlehkah Shalat Tahajud Menjelang Subuh tapi Langit Masih Gelap? Begini Penjelasan Buya Yahya

Bolehkah mengerjakan shalat tahajud menjelang waktu subuh, namun langit masih gelap? Begini penjelasan dari Buya Yahya.

Shalat Tahajud adalah shalat sunnah yang dilakukan pada malam hari.

Adapun jumlah rakaat sholat tahajud tidak ada batasannya, tapi paling sedikit dikerjakan sebanyak dua rakaat.

Itu artinya, jika dilakukan tanpa tidur terlebih dahulu, maka itu bukan sholat Tahajud, melainkan sholat-sholat sunnah lain seperti witir atau istikharah.

Adapun waktu pengerjaan shalat sunah Tahajud yakni pada sepertiga malam akhir atau setengah malam akhir.

Ini merupakan waktu utama dan yang paling baik untuk mengerjakan shalat sunnah Tahajud.

Akan tetapi, dalam praktiknya, ada sebagian orang yang baru terbangun dari tidur malamnya pada jam-jam yang sudah melewati waktu terbaik untuk mengerjakan shalat Tahajud ini.

Kebanyakan diantaranya baru terbangun beberapa saat menjelang waktu subuh.

Memang, di waktu ini kondisi langit masih terlihat gelap, namun belum memasuki waktu subuh.

Lalu, masihkah boleh mengerjakan shalat tahajud pada waktu ini?

Mengutip penjelasan dari Buya Yahya dalam tayangan video yang diunggah, disampaikan bahwa shalat Tahajud dikerjakan selagi belum memasuki waktu subuh.

"Ukurannya Anda cari subuhnya," terang Buya Yahya seperti dikutip dalam video berjudul Waktu Untuk Melaksanakan Shalat Tahajjud

Selagi belum memasuki waktu subuh, lanjut Buya Yahya, maka shalat Tahajud masih berlaku.

Buya Yahya kemudian menjelaskan bagaimana mengetahui waktu subuh jika dilihat berdasarkan gelap-terang langit.

"Kalau Anda menghadap ke arah timur, ke arah terbitnya matahari, maka menjelang subuh itu kan gelap dulu," jelasnya.

"Kalau di sudah di negeri Hongkong itu terang, kita sudah tertutup dengan sinar-sinar yang memancar dari kota-kota yang ada disana. Tapi kalau seandainya kita di negeri yang jauh dari sinar akan terlihat, nanti di ufuk timur itu ada suatu sinar yang merata," lanjut Buya.

Sinar merata dari ufuk timur, tambah Buya Yahya, yang membentang dari utara hingga selatan itu disebut dengan fajar shadiq.

Jika fajar shadiq sudah terlihat, itu menandakan bahwa waktu subuh sudah tiba.

Hal ini juga berlaku jika berada di luar negeri sekalipun.

Shalat tahajud tetap diukur berdasarkan waktu subuh di masing-masing daerah.

Opsi lainnya untuk mengetahui waktu subuh juga bisa dilihat melalui aplikasi-aplikasi yang tersedia untuk smartphone.

Pada intinya, shalat Tahajud masih bisa dikerjakan selagi belum memasuki waktu subuh.

Ukurannya bukanlah ukuran Adzan subuh, melainkan waktunya sudah memasuki subuh atau belum.

"Selagi belum subuh, Anda Tahajud, masih sah. Baru setelah itu masuk waktu subuh, biarpun belum adzan kalau jamnya sudah jam subuh, maka itu waktu subuh tiba. Bukan waktu Tahajud lagi," pungkas Buya Yahya.

Waktu Shalat Tahajud

adapun waktu melaksanakan shalat Tahajud menurut Buku Risalah Tuntunan Sholat Lengkap karya Drs. Moh. Rifa’, dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :

  1. Sepertiga Pertama, yaitu dari pukul 19.00 sampai pukul 22.00.
  2. Sepertiga Kedua, yaitu dari pukul 22.00 sampai pukul 01.00.
  3. Sepertiga Ketiga, yaitu pukul 01.00 sampai dengan masuknya waktu shubuh.