Niat dan Tata Cara Salat Tahajud Beserta Keutamaannya

Selain wajib melaksanakan ibadah salat fardhu (wajib) lima kali dalam sehari, seorang Muslim yang baik juga dianjurkan melaksanakan salat sunah.

 

Ada banyak sekali salat sunah dalam Islam. Semuanya tentu ada keistimewaan sendiri. Bagi siapa pun Muslim yang mengerjakan salat sunah itu, maka ia akan mendapat pahala.

Namun, apabila dalam kondisi tertentu tidak dapat melaksanakan salat sunah, maka hukumnya tidak berdosa.

 
 

Salah satu salat sunah yang sangat dianjurkan adalah salat tahajud, dikerjakan di malam hari atau sepertiga malam selepas tidur.

Bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan salat tahajud termasuk ibadah yang sangat disenangi Allah SWT.

 
 

Waktu Utama Salat Tahajud

niat dan tata cara salat sunah tahajud
Ilustrasi berdoa di sepertiga malam (theislamicmonthly.com)

Salat tahajud dapat dilakukan kapan pun pada malam hari setelah tidur walau hanya sesaat.

 

Namun, waktu paling utama untuk melakukannya adalah pada sepertiga akhir malam (pukul 1 dini hari sampai masuk waktu fajar).

Walaupun begitu, salat sunah tahajud dapat dilaksanakan sejak setelah salat isya sampai pukul 10 malam (sepertiga malam pertama) dan pukul 10 malam sampai 1 dini hari (sepertiga malam kedua).

Keutamaan Salat Sunah Tahajud

keutamaan salat sunah tahajud
Ilustrasi melaksanakan salat sunah tahajud (independent.co.uk)

Begitu banyak keutamaan salat tahajud, bahkan Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Muzzammil ayat ke-6, berbunyi:

"Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu') dan bacaan di waktu itu lebih terkesan."

Mulanya, salat tahajud diwajibkan Allah SWT. Namun Allah memberi keringanan dan hukumnya menjadi sunah, setelah turun ayat 20 dalam Surat Al-Muzzammil:

"Bangunlah pada malam hari (untuk salat), kecuali sedikit (daripadanya)."

Kemudian, Allah SWT juga berfirman mengenai keutamaan salat tahajud dalam Surat Al-Isra' ayat 79:

"Dan bangunlah pada sebahagian dari waktu malam serta kerjakanlah 'sembahyang tahajud' sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu di tempat yang terpuji pada hari akhir."

Salat malam tahajud sudah menjadi amalan para Nabi dan orang-orang saleh sejak zaman dahulu. 
Bahkan, Nabi Muhammad SAW (Rasulullah) sendiri tidak pernah meninggalkan salat tahajud walau satu malam pun.

Sehingga, dikisahkan bahwa kedua kaki Baginda Rasullah sampai bengkak-bengkak karena terlalu banyak berdiri untuk menunaikan salat.

Sebagaimana penjelasan dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Salat yang paling utama setelah salat fardu adalah qiyamul lail (salat malam tahajud)."

Keistimewaan Salat Tahajud

keistimewaan salat sunah tahajud
Ilustrasi salat malam tahajud (thenational.ae)

Shalat tahajud merupakan kehormatan bagi seorang Muslim, sebab memiliki keistimewaan (syafaat) bagi siapa yang melaksanakannya, antara lain:

  • Mendatangkan kesehatan, keselamatan dan kesenangan di dunia dan akhirat.
  • Menghapus dosa-dosa yang dilakukan siang hari.
  • Mengharumkan bau tubuh, wajah akan memancarkan cahaya keimanan.
  • Menjaminkan kebutuhan hidup terpenuhi.
  • Dipelihara oleh Allah dirinya dari segala macam marabahaya.
  • Setiap perkataannya mengandung arti dan dituruti oleh orang lain.
  • Mendapatkan perhatian dan kecintaan dari orang-orang yang mengenalinya.
  • Dibangkitkan dari kubur dengan wajah yang bercahaya.
  • Menghindarkan diri dari kesepian di alam kubur.
  • Diberi kitab amalan di tangan kanannya serta dimudahkan hisabnya.
  • Berjalan di atas shirat bagaikan kilat.
     

Tata Cara Salat Sunah Tahajud

tata cara salat sunah tahajud
Ilustrasi salat tahajud (muslimvillage.com)

Salat sunah tahajud dikerjakan sedikitnya 2 (dua) rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas.

Adapun tata cara salat sunah tahajud yang harus kamu ketahui, sebagai berikut:

1. Membaca niat salat tahajud.

Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini (mustaqbilal qiblati) lillahi ta’aalaa.

Artinya: "Aku niat sholat sunnah tahajud dua rakaat (dengan menghadap kiblat) karena Allah Ta’ala."

2. Takbiratul ihram diikuti dengan membaca doa Iftitah (rakaat pertama) dan surat Al Fatihah (pada tiap rakaat).

Umumnya, ada dua doa Iftitah yang sering digunakan, di antaranya:

Allahuakbaru kabiiraw walhamdulillahi katsiran, wa subhaanallahi bukrataw wa’ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiina. 

Inna shalaati wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil’aalamiina. La syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.

Artinya: Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukanNya.

Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagiNya. Dengan semua itu aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri.

Selain itu, dapat menggunakan lafal doa Iftitah seperti berikut:

Allahumma baa’id bainii wabaina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wa maghribi, allahumma naqinii min khathaayaaya kamaa yunaqats tsaubul abyadhu minad dana. Allahumaghsilnii min khathaayaaya bil maa’i wats tsalji.

Artinya: Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahanku, sebagaimana engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air dan air es.

3. Setelah membaca doa Iftitah, maka diikuti dengan membaca Surah Al-Fatihah dan surat pendek lainnya.

  • Selepas membaca Al-Fatihah pada rakaat pertama, bacalah ayat Kursi (1 kali/7 kali).
  • Selepas membaca Al-Fatihah pada rakaat kedua, bacalah Surah Al-Ikhlas (1 kali/11 kali).

4. Rukuk dengan tuma'ninah

Bacaan doa saat ruku' dengan tuma'ninah antara lain:

Subhaana robbiyal adhiimi wa bi hamdih 3x.

Artinya : "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan pujian untuk-Nya"

5. I'tidal setelah rukuk dan tuma'ninah

Bacaan doa saat i'tidal dengan tuma'ninah antara lain:

Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi'ta min syain ba'du.

Artinya: "Ya Allah Tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu."

6. Sujud dengan tuma'ninah

Bacaan doa saat sujud dengan tuma'ninah antara lain:

Subhaana robbiyal a'laa wa bi hamdih 3x.

Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan pujian untuk-Nya.

7. Duduk antara dua sujud dengan tuma'ninah.

8. Mengulang gerakan seperti rakaat pertama.

9. Duduk dan membaca tahiyat akhir.

Pada tahiyat akhir, membaca doa sebagai berikut:

Attahiyaatul mubarokaatush sholawatut toyyibatulillah. Assalamu’alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullohi wabarokaatuh. Assalamualaina wa ‘alaa ‘ibaadil laahish shoolihin. 

Asyhadu anlaa ilaaha il llaoh wa asyhadu anna muhammadar rosullullah. Allahumma sholli ‘alaa sayyidina muhammadin wa ‘alaa alsli sayyidina ibroohimWa barik ‘alaa sayyidina. Muhammad wa ‘alaa aali sayyidina. Muhammad kamaa baarokta ‘ala sayyidina ibroohim wa a’alaa aali sayyidina ibroohim. Fil ‘aalamiina innaka hamiidunmajid.

10. Melakukan gerakan salam, tengok ke arah kanan dan ke arah kiri.

Selepas memberi salam, bacalah Salawat Nabi seberapa banyak, sekurang-kurangnya 10 kali.